Rabu, 04 Maret 2009

MATINYA DUNIA KEGURUAN

Siswa yang berminat menjadi guru lambat laun akan semakin sedikit, siswa-siswa yang pintar tidak mau jadi guru, ada apa sebenarnya. akibatnya hanya mereka-mereka yang berkemampuan standar ajalah yang bisa jadi guru.

Kenapa seperti itu?
Ada beberapa alasan yang menurut saya penyebab matinya dunia keguruan:
  1. Kurangnya profesionalisme guru yang mengajar di kelas, tidak bisa jadi panutan, apalagi kalau sempat gurunya tidak menguasai dan mampu mengajarkan bidang studinya dengan baik akibatnya profesi keguruan dianggap tidak bagus oleh siswa yang kemampuannya sudah di atas rata-rata.
  2. Kenapa hal seperti no. 1 terjadi?, jawabanya adalah sistem perekrutan PNS yang jadi guru di Indonesia salah total. Tidak ada soal-soal yang berusaha untuk mengetahui apakah calon PNS sudah menguasai bidangnya atau tidak, Akibat yang dirasakan adalah guru yang terjaring banyak yang bodoh tidak tahu mengajar dan tidak menguasai bidangnya sama sekali, Hal yang sangat aneh Selama 2 Tahun Belakangan ini saya mengetes beberapa guru yang notabene berstatus PNS, dengtan soal-soal yang saya berikan sesuai dengan jurusan dan bidangstudi yang di ajarkan dikelas, Dengan soal tingkat SMP saja sejumlah 15 soal dan waktu mengerjakan 2 jam, hanya ada satu orang yang bisa menjawab 12 pertanyaan dengan benar, yang lain paling banyak benar 6 soal, Luar biasa apakanh ini bisa di sebut Guru?

GURU MEMEGANG JABATAN MULIA

Guru adalah profesi yang sangat mulia, tidak semua orang bisa menjadi guru. Seorang guru harus mampu mengembangkan siswanya agar bisa berhasil. Tidak hanya dalam bidang studi tertentu tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan. Guru bukan penghambat pendidikan tetapi penunjang dasar berkembangnya pendidikan di Indonesia saat ini.
Berangkat dari masalah tertsebut maka sudah seharusnya guru-guru di Indonesia itu adalah orang-orang yang hebat dan punya dedikasi, diakui didepan siswanya dan juga ditengah-tengah masyarakat.
Sayangnya tidak semua guru seperti itu, mereka hanya menyandang nama yang sangat mulia tapi tidak mampu untuk melakukan tugasnya, ada apa dibalik semua ini, apakah ini suatu tanda-tanda bahwa pendidikan kita akan mati, atau kita tinggal menunggu guru-guru handal akan mati semua?